Empty

Budidaya Kedelai? Waspada Penyakit Karat!

Kedelai merupakan salah satu bahan dasar beragam olahan makanan Indonesia, misalnya tempe, kecap, susu, keripik, dan lainnya. Namun, tingginya permintaan akan kedelai, tidak sejalan dengan jumlah produksinya di lahan. Belum lagi ditambah berbagai ancaman serangan patogen pada tanaman ini.

 

Kedelai memiliki kandungan gizi tinggi dengan sifat multifungsi

Sumber : www.manitobacooperator.ca

 

Serangan Patogen pada Tanaman Kedelai

Saat melakukan budidaya kedelai, petani akan dihadapkan pada kemungkinan serangan patogen yang akan mengakibatkan penurunan hasil panen. Serangan patogen tersebut dapat menyebabkan penyakit karat, bakteri pustul, penyakit embun bulu, dan embun tepung. Penyakit-penyakit yang merupakan tular tanah tersebut dapat muncul mulai dari perkecambahan hingga tanaman tua.

 

Penyakit karat memiliki persebaran luas di dunia

Sumber : balitkabi.litbang.pertanian.go.id

 

Penyakit karat misalnya, merupakan salah satu penyebab kehilangan hasil panen yang persebarannya tak terbatas. Di Indonesia sendiri, penyakit ini menyerang tanaman kedelai di berbagai lokasi, diantaranya Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Sulawesi. Penyakit karat mudah menyerang tanaman kedelai terutama pada awal musim kemarau ketika kelembapan tanah masih tinggi.

 

Langkah Pengendalian Penyakit Karat Berbasis Ramah Lingkungan

Memanfaatkan biofungisida untuk mengendalikan penyakit karat pada tanaman kedelai adalah salah satu cara yang bisa dilakukan petani. Fungisida jenis ini merupakan produk hayati yang digunakan untuk mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur.

 

Trichoderma dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit karat pada kedelai

Sumber : www.projectnoah.org

 

 Terdapat dua kelompok biofungisida yaitu nabati (berbahan dasar tumbuh-tumbuhan) dan hayati (berasal dari mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan jamur) yang memiliki kemampuan menekan atau mengendalikan mikroba lain penyebab penyakit pada tanaman.

 

Untuk mengendalikan penyakit karat, Anda dapat melakukan aplikasi agensia hayati Trichoderma. Trichoderma aman bagi ternak dan manusia serta tidak mencemari lingkungan karena mudah terdegradasi atau terurai di alam.

 

Sumber: 1) 2)

Sudaryanto, T. dan Dewa K.S. S. 2016. Ekonomi Kedelai di Indonesia. Pusat Analisis Sosial-Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Bogor.

    Belum ada komentar