Empty

Kendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan Cara Ini!

Kehadiran organisme pengganggu tanaman (OPT) baik berukuran mikro ataupun makro dapat mengganggu, menghambat, hingga mematikan tanaman. Namun, membasmi OPT dengan pestisida tanpa memperhatikan ekosistem lahan juga tidak baik. Penggunaan pestisida berlebih tidak hanya akan menurunkan kualitas dari produk pertanian, juga dapat mengakibatkan pemakan hama alami pergi dari lahan pertanaman.

 

Kenampakan buah sehat dan sakit | Sumber: www.decenthome.net

 

Langkah pencegahan OPT harus menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan yang memiliki sifat sebagai repellant (penolak), antraktant (penarik/perangkap), dan antifeedant (mengurangi nafsu makan).

 

PGPR sebagai Pengendali OPT di Lahan Pertanaman

PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) atau Bakteri Perakaran Pemacu Pertumbuhan Tanaman (BP3T), merupakan jenis mikroorganisme yang bermanfaat bagi perakaran tanaman. Pengaplikasian PGPR dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia sintetis.

 

Perbedaan pertumbuhan tanaman tanpa PGPR (kiri) dan dengan PGPR (kanan)

Sumber : distanpangan.magelangkab.go.id

 

Keberadaan PGPR yang menyelimuti akar tanaman dapat membantu dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya. Akar tanaman yang telah diselimuti PGPR, memiliki sistem ketahanan terhadap penyakit lebih tinggi. Selain itu, produksi tanaman dan pembentukan serabut akar juga mengalami peningkatan.

 

Cara Kerja PGPR dalam Menghambat Kehadiran OPT

PGPR meningkatkan kesehatan tanaman dengan menekan perkembangan hama dan penyakit, memproduksi hormon pertumbuhan seperti IAA, sitokinin, dan giberelin, serta mampu meningkatkan ketersedian nutrisi bagi tanaman. Tanaman yang telah diberi PGPR memiliki akar dengan jangkauan yang lebih luas sehingga dapat menyerap unsur dan air lebih banyak. Tanaman pun akan memiliki kesehatan dan produktivitas lebih baik.

 

Mari Membuat PGPR untuk Meningkatkan Kesehatan dan Produktivitas Tanaman

Proses pembuatan PGPR tidaklah terlalu sulit. Anda dapat menyiapkan bahan utama berupa 250 gram media PGPR (akar bambu/ rumput gajah/ alang-alang/ rumput teki/ putri malu), ½ kg dedak/bekatul, gula, terasi, air kapur dingin (injet), dan 20 liter air. Untuk mendapatkan hasil terbaik, Anda dapat menggunakan media PGPR dari rumput bambu atau rumput gajah.

 

Akar bambu merupakan media terbaik PGPR

Sumber : mitalom.com

 

Selanjutnya, seluruh bahan kecuali media PGPR, dimasak hingga mendidih. Kemudian, didinginan terlebih dahulu kurang lebih 5-10 menit. Ketika sudah dingin, masukkan ke dalam galon yang telah dipasang peralatan FSS (Fermentor Sangat Sederhana) dan diamkan selama 7 hari. Apabila tidak menggunakan alat FSS, Anda dapat melakukan penggojokan manual pagi atau sore hari agar gas keluar dan campuran tidak mengendap. Setelah satu pekan, PGPR dapat digunakan untuk mengocor tanaman.

 

 

Sumber:

www.epetani.com

pertanian.magelangkota.go.id

dosenbiologi.com

    Belum ada komentar