Empty

Mengendalikan Penyakit Blas di Pertanaman Padi

Pertanaman padi di Indonesia memiliki tantangan tersendiri dalam hal budidaya. Tantangan tersebut tidak lain berkaitan dengan hasil panen yang harus dicapai demi memenuhi permintaan pasar. Akan tetapi, keberadaan penyakit pada komoditas ini menyebabkan terjadinya kehilangan hasil panen, salah satunya yang disebabkan oleh Pyricularia oryzae penyebab blas.

 

Kenampakan blas pada tanaman padi

Sumber: irbc2013.org

 

Blas merupakan salah satu salah satu penyakit penting pada tanaman padi di seluruh dunia. Hampir setiap negara penghasil padi telah memiliki data tentang taksiran kehilangan hasil padi akibat terserang penyebab penyakit blas.

 

Kerugian Akibat Blas

Penyakit yang disebabkan oleh Pyricularia oryzae ini memiliki sebutan berbeda di setiap daerah, seperti busuk leher, patah leher, tekek (Jawa Tengah) dan kecekik (Jawa Barat). Penyakit ini akan berkembang pesat dan dapat mematikan tanaman apabila didukung dengan lingkungan yang kondusif.

 

Blas dapat menyebabkan penurunan hasil pada panen padi

Sumber : www.pertanianku.com

 

Blas dapat menurunkan hasil secara nyata karena menyebabkan leher malai mengalami busuk atau patah sehingga proses pengisian malai terganggu serta mengakibatkan banyak terbentuk bulir padi hampa. Gangguan penyakit blas leher di daerah endemis sering menyebabkan tanaman padi menjadi puso.

 

Pada pemaparan Suganda dalam Seminar Plant Protection Day dan Seminar Nasional II di  Universitas Padjadjaran menyatakan bahwa, kerugian hasil padi di Jepang berkisar antara 20-100%; di Brasil mencapai 100%, di India antara 5-10%; Korea 8%, China 14% dan Filipina 50-85%. Sementara kehilangan hasil padi oleh blas di Vietnam berkisar 38-83%; di Itali antara 22-26%, dan di Iran antara 20-80%.

 

Langkah Pengendalian Blas Agar Petani Tidak Merugi

Pertanaman yang terinfeksi penyakit blas sangat tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai benih. Cara efektif, murah dan ramah lingkungan dalam pengendalian persebaran penyebab blas adalah menggunakan varietas tahan. Penggunaan varietas tahan sangat disarankan untuk menyesuaikan dengan sebaran ras yang ada di suatu daerah, antara lain Inpari 21, Inpari 22, Inpari 26, Inpari 27, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, Inpago 7, dan Inpago 8.  

 

Pengaturan jarak tanam dapat mengendalikan persebaran blas

Sumber: www.pugapadi.com

 

Selanjutnya, jarak tanam menggunakan sistem legowo sangat dianjurkan untuk membuat kondisi lingkungan tidak menguntungkan bagi patogen penyebab penyakit dengan didukung cara pengairan berselang. Sistem ini akan mengurangi kelembaban di sekitar tanaman, mengurangi terjadinya embun dan menghidarkan terjadinya gesekan antar daun.

 

Trichoderma sp. dapat mengendalikan pertumbuhan Pyricularia oryzae

Sumber: www.projectnoah.org

 

Selain itu, penghambatan pertumbuhan Pyricularia oryzae dapat dilakukan dengan mengaplikasikan Trichoderma sp. Mekanisme penghambatan disebabkan oleh kompetisi antara kedua jamur. Trichoderma sp. yang diaplikasikan saat perendaman benih dapat menurunkan keparahan penyakit blas pada padi dibandingkan dengan tanpa aplikasi.

 

Sumber:

http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id

http://www.litbang.pertanian.go.id

Jurnal Agrikultura 2016, 27 (3): 154-159 ISSN 0853-2885

Jurnal Agrotek Tropika ISSN 2337-4993 Vol. 2, No. 3: 414 – 419

    Belum ada komentar