Empty

5 Langkah Menjauhkan Tungro dari Pertanaman Padi

Pertanaman padi yang luas di Indonesia, tidak dapat terhindar dari serangan organisme penggangu tanaman (OPT) seperti wereng hijau. Wereng hijau menyerang tanaman padi dengan mengisap cairan pada bulir, sekaligus berperan sebagai penular (vektor) virus tungro. Serangan wereng hijau ini bisa menimbulkan kerugian mencapai 100%.

Mengenali Gejala Serangan Tungro

https://api.ritxindonesia.com/bo/files/all/Kenampakan%20Gejala%20Penyakit%20Tungro%20di%20Lahan%20Pertanaman%20Hida%20Tungro.jpg

Kenampakan Gejala Penyakit Tungro di Lahan Pertanaman. Sumber: pertabeauti.com

Petani dapat mengenali gejala khas dari penyakit tungro dengan adanya perubahan warna hijau menjadi kuning sampai kuning jingga. Perubahan warna pada daun tersebut akan disertai dengan bercak berwarna coklat dari pucuk sampai ke batang. Selain itu, tanaman padi yang terserang penyakit tungro akan memiliki anakan lebih sedikit, tanaman kerdil, serta sebagian besar gabah gabuk.

 

 

 

Langkah Pencegahan

Apabila penyakit tungro sudah menyerang tanaman padi, maka tidak akan dapat disembuhkan. Petani sangat disarankan untuk melakukan pengendalian sebagai langkah pencegahan agar serangan tungro tidak meluas akibat wereng hijau si penular penyakit.

Berikut adalah beberapa langkah pencegahan secara terpadu yang dapat dilakukan petani untuk mencegah kedatangan penyakit tungro.

  1. Membuat Kesepakatan Tanam Serentak

https://api.ritxindonesia.com/bo/files/all/Petani%20Menanam%20Padi%20Secara%20Serentak%20Hida%20Tungro.jpg

Petani Menanam Padi Secara Serentak. Sumber: jurnalsumatra.com

Petani sangat disarankan untuk melakukan kesepakatan jadwal tanam serentak, baik dalam skala Kelompok Tani (Poktan) hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Penanaman serentak dalam luasan minimal 20 hektar sangat membantu untuk memutus siklus hidup wereng hijau. Selain itu, keberadaan tanaman yang hanya ada dalam satu waktu tertentu dapat menekan ketersediaan sumber penyakit.

  1. Menanam Padi Tepat Waktu

Kerusakan tanaman padi akibat penyakit tungro dapat ditekan dengan melakukan penanaman secara tepat waktu. Petani sangat disarankan untuk melakukan tanam serentak pada 30-45 hari sebelum puncak curah hujan. Sehingga tanaman padi diharapkan telah memasuki fase generatif (berumur 55 hari atau lebih) ketika wereng hijau dalam jumlah banyak. Puncak populasi wereng hijau sendiri terjadi pada 1,5-2 bulan setelah curah hujan.

  1. Menanam Varietas Tahan

Penanaman varietas tahan menjadi salah satu komponen penting dalam mengendalikan penyakit tungro. Petani dapat menanam varietas seperti Tukad Petanu, Tukad Unda, Tukad Balian, Bondoyudo, dan Kalimas. Masing-masing dari varietas tersebut dapat ditanam dengan mempertimbangkan pembagian wilayah.

  1. Jajar Legowo untuk Menekan Aktivitas Wereng Hijau

Sistem tanam jajar legowo dapat menekan wereng hijau dalam melakukan perpindahan antar rumpun. Penularan dan penyebaran tungro pun terbatas. Selain itu, sistem tanam ini akan menyebabkan kondisi pada rumpun padi tidak mendukung berkembangnya penyakit.

  1. Menghilangkan Penyebab Penyakit dari Lahan Pertanaman

https://api.ritxindonesia.com/bo/files/all/Zgambar%20Pertanaman%20Padi%20Bersih%20dari%20Gulma%20Hida%20Tungro.jpg

Pertanaman Padi Bersih dari Gulma. Sumber: belajartani.com

 

Petani sangat disarankan untuk melakukan kegiatan penyiangan gulma yang dapat menjadi inang alternatif dari virus penyebab tungro. Selain itu, ketika terdapat kenampakan gejala serangan, petani sebaiknya melakukan eradikasi. Tanaman dapat dicabut hingga akar-akarnya kemudian dibenamkan dalam tanah atau dibakar. Agar pengendalian dapat efektif, eradikasi sebaiknya dilakukan di seluruh areal yang didalamnya terdapat tanaman bergejala tungro.

Sumber:

farming.id

litbang.pertanian.go.id

Senoaji. W. dan R. Heru P. 2015. Perkembangan Populasi Wereng Hijau Dan Predatornya Pada Beberapa Varietas Padi. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, Vol. 19 (1): 65–72.

www.artikelpadi.com

    Belum ada komentar