Empty

Bisa Lebih Menguntungkan, Yuk Kombinasikan Sistem Pertanian Padi dengan Itik!

Tertarik untuk mengkombinasikan budidaya padi di lahan dengan beternak itik? Jika budidaya padi dengan ikan sudah banyak dilakukan (mina padi), bagaimana dengan itik? Tak hanya bisa untung dari hasil beternak, keberadaan itik di lahan juga akan membantu mengurangi biaya pupuk hingga pestisida yang digunakan.

 

Syarat Penting Jika Ingin Budidaya Itik di Pertanaman Padi

Itik muda yang dilepas di sawah bersama azolla | Sumber: wildwolkfarm.com

 

Segala jenis itik memang bukan jadi masalah. Tetapi, memang lebih baik menggunakan itik lokal yang sudah beradaptasi dengan lingkungan Indonesia.

 

Untuk menghemat biaya pakan, Anda dapat mengembangkan azolla di lahan persawahan. Jika ingin memberikan pakan tambahan, siapkan dedak atau menir. Syarat terakhir supaya itik nyaman adalah buatkan kandang di  dekat sawah tersebut. Ingat pula untuk membuat jaring di pinggir tanaman padi.

 

Kenapa Itik?

Itik di pertanian padi | Sumber: thethirdpole.net

 

Melepas itik sebanyak 25 ekor per hektar, Anda akan mendapat beberapa manfaat berikut:

  1. Tanaman padi bebas dari hama keong mas

Keong mas adalah pakan favorit itik. Sistem pertanian dengan itik ini akan efektif jika keong mas adalah hama utama di wilayah Anda. Dengan ini, Anda juga dapat menekan biaya untuk pakan itik.

 

  1. Gulma yang menyerang semakin berkurang

Pengairan terus menerus di tanaman padi bertujuan untuk mengurangi gulma. Apa yang terjadi jika ada itik yang ikut menginjak-injak sisa gulma yang ada? Pastinya waktu Anda untuk penyiangan juga akan berkurang.

 

  1. Pupuk organik

Kotoran yang dihasilkan itik merupakan sumber bahan organik yang mudah terurai saat digenangi air di sawah. Biaya untuk pemupukan pun dapat ditekan.

 

Penting Untuk Diperhatikan!

Itik termasuk unggas yang rakus

Sumber: countrysidenetwork.com

 

Melepas itik ke sawah dan membiarkannya bebas memang terdengar sangat mudah dan sederhana. Akan tetapi, keberhasilan Anda tergantung ketepatan dalam memilih jenis itik, jenis padi, jarak tanam, tipe pengairan, hingga masalah yang paling pelik yaitu keamanan.

 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda dapat menanam padi dengan sistem jajar legowo. Dengan cara ini, gulma yang tertekan pertumbuhannya semakin banyak. Perhatikan juga masalah keamanan di wilayah Anda. Kandang itik sebaiknya berada di dekat sawah sekaligus rumah Anda supaya lebih mudah pengawasannya.

 

Saat Anda memilih sistem ini, perhatikan bahwa waktu penerapan hanya bisa dilakukan hingga bulir padi mulai merunduk (malai sudah keluar tetapi masak susu). Pasalnya, itik termasuk hewan yang rakus terhadap segala sesuatu yang ia temui, termasuk bulir padi.

Jadi, apakah Anda tertarik mengembangkan sistem pertanian terpadu yang satu ini?  

 

Sumber: 1)

 

    Belum ada komentar