Empty

Ingin Mempertahankan Harga Cabai? Cobalah Cara ini!

Naik turun harga cabai merupakan salah satu masalah yang selalu muncul setiap tahun. Pada suatu waktu, petani mendapatkan harga yang melonjak tinggi. Namun, di lain waktu harga cabai anjlok dan menyebabkan kerugian. Bagaimana mengatasinya?

 

Naik Turun Harga Cabai Selalu Jadi Masalah

Saat harga cabai berada di titik terendah, banyak petani yang membuang cabai hasil panen mereka. Semua ini dilakukan sebagai bentuk protes. Ketidakstabilan harga disebabkan stok yang melimpah di musim kemarau, dan sedikit di musim penghujan. Penjualan cabai dalam bentuk segar juga jadi kendala lain. Jika tidak ditangani dengan baik, cabai segera menjadi rusak, membusuk, dan mengalami tingkat penyusutan yang lebih tinggi.

 

Petani membuang panen cabai di pinggir jalan | Sumber: kompasiana.com

 

Jadi, untuk mempertahankan harga, sebaiknya kita mempertahankan kestabilan stok. Untuk mempertahankan stok, maka penjualan cabai sebaiknya tidak dalam bentuk segar melainkan sudah olahan. Ini adalah kunci untuk mendapatkan hasil dan harga yang stabil.  

 

Tren Produksi Cabai Kering

Pengolahan pascapanen cabai sebenarnya sudah diterapkan cukup lama di Indonesia. Sebut saja di wilayah Tapin, Kalimantan Selatan. Usaha produk olahan berbahan cabai di wilayah tersebut bermula karena anjloknya harga cabai di tahun 2015.

 

Cabai kering dan olahannya yang berbentuk bubuk | Sumber: lifestyle.okezone.com

 

Ada juga pengembangan industri cabai kering di wilayah Sleman, D.I Yogyakarta. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman mengembangkan produksi cabai dalam bentuk kering karena berlimpahnya produksi cabai di wilayah itu.

 

Perlu Pengembangan Skala Besar

Untuk dapat menjaga stabilitas produksi cabai kering, diperlukan pengembangan industri dalam skala besar. Mengapa? Sebab cabai merupakan komoditas penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di Indonesia, konsumsi cabai rata-rata dalam satu keluarga mencapai 4,6 kg per kapita per tahun.

 

Konsumsi cabai rata-rata satu keluarga mencapai 4,6 kg per kapita per tahun

Sumber : www.goodnewsfromindonesia.id

 

Cara Pembuatan Cabai Kering dalam Skala Industri

Proses pengeringan cabai dapat menggunakan cara tradisional atau dengan cara modern. Pengeringan dengan cara tradisonal dapat dilakukan dengan penjemuran di bawah sinar matahari. Lama pengeringan yang dibutuhkan bervariasi antara 7-10 hari. Namun, sebaiknya pengeringan dilakukan sampai 14 hari. Kendala yang dihadapi tentu saat musim hujan. Cara modern dengan menggunakan oven atau mesin pengeringan pun bisa jadi solusi.

 

Hasil olahan bubuk cabai | Sumber: www.eatthis.com

 

Setelah dikeringkan, cabai digiling menjadi bubuk dengan mesin penggiling dan dikemas dalam plastik kedap udara. Dengan pengemasan yang baik, cabai dapat bertahan hingga 1 tahun.

Melakukan pengolahan pascapanen memang lebih rumit dibandingkan dengan langsung menjual cabai dalam bentuk segar. Namun, dengan cara ini lah Anda dapat memperoleh harga jual yang lebih stabil.

 

Sumber: jogja.tribunnews.com

    Belum ada komentar