Empty

Cara Mudah Menjaga Kesuburan Tanah dengan Jerami

Jerami merupakan hasil sampingan dari panen padi yang dapat dimanfaatkan sebagai penyubur tanah. Walaupun hanya hasil sampingan dan terkadang dibuang ataupun dibakar, jerami memiliki banyak kandungan seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan karbon (C) yang bermanfaat sebagai pupuk tanaman.

 

Tumpukan jerami di lahan sawah | Sumber : www.infopeternakan.com

 

Kandungan dalam Jerami

 

Jerami dapat berfungsi seperti pupuk untuk menyuburkan tanah | Sumber : www.harnas.co

 

Jerami mengandung hara yang lengkap, dengan kandungan karbon (C) mencapai 40%. Jerami yang dikembalikan ke lahan akan membantu meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman, serta mendukung aktivitas organisme menguntungkan di dalam tanah seperti cacing. Tak hanya itu, menggunakan 5 ton jerami per hektare ditambah pupuk N sebanyak 50% dari anjuran penggunaan, dapat meningkatkan penyerapan nitrogen oleh tanah.  Pemenuhan kebutuhan nitrogen pada tanaman akan membuat tanaman tumbuh dengan baik.

 

 

Keuntungan Mengembalikan Jerami ke Lahan

Keberadaan jerami di lahan pertanaman dapat membantu menjaga kesuburan tanah | Sumber : bonnieplants.com

 

Mengembalikan jerami ke lahan akan membuat kandungan unsur N dan C pada jerami menjadi sumber dalam proses kimiawi pada tanah. Penggunaan jerami sebagai pupuk juga  mampu menekan pengeluaran petani.

 

Tak hanya itu, kandungan unsur K pada jerami mampu menekan serangan hama dan penyakit. Hal tersebut dikarenakan unsur K berperan dalam menjaga ketahanan tanaman dengan mempertinggi daya tahan terhadap kekeringan dan juga berperan dalam perkembangan akar.

 

Cara Aplikasi Pupuk Jerami

Anda dapat memanfaatkan jerami dengan cara menumpuknya di pinggir sawah hingga membusuk, kemudian dipupukkan ke lahan. Pemupukan dengan jerami sendiri dapat dilakukan setelah selesai pengolahan lahan.

 

Selain itu, jerami dapat pula dikomposkan terlebih dahulu sebelum diaplikasikan ke lahan pertanaman. Langkah yang diperlukan untuk membuat kompos jerami adalah dengan mencampur 20 kg sekam, 1 kg dedak dan 20 kg jerami. Selanjutnya, buat larutan 500 gram gula merah dengan 10 liter air dan tambahkan 100 ml EM4, aduk secukupnya hingga merata.

 

Langkah pembuatan pupuk kompos | Sumber : www.google.co.id

 

Proses fermentasi campuran ini bisa dilakukan dengan membuat lapisan-lapisan dari kedua campuran tersebut dan kemudian  menutupnya dengan plastik atau karung goni. Proses fermentasi berjalan baik jika lapisan campuran tersebut terasa hangat ketika disentuh. Anda dapat menggunakan kompos ini setelah didinginkan dengan cara diangin-anginkan selama 2 sampai 3 hari.

 

Sumber : 1) 2) 3)

    Belum ada komentar