Empty

Sagu, Pengganti Beras yang Mampu Medukung Ketahanan Pangan di Indonesia

 

Tanaman sagu mengandung pati pada bagian daging batang | Sumber : indonesiakaya.com

 

Tanaman sagu atau dikenal juga dengan palma rawa, dapat tumbuh di daerah rawa yang berair tawar ataupun bergambut, di sepanjang aliran sungai, di sekitar sumber air dan di hutan-hutan rawa dengan kadar garam rendah. Menggunakan sagu sebagai alternatif  pengganti beras jadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia.

 

Sagu sebagai Sumber Pangan Alternatif

Memanen pati dari tanaman sagu | Sumber : sindoweekly.com

 

Ketergantungan Indonesia terhadap beras sebagai makanan pokok, menjadikan kebijakan impor terkadang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan.  Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan akan konsumsi beras adalah dengan mencari alternatif bahan pangan. Sagu bisa jadi pilihan alternatif pengganti beras.

 

Sagu sendiri merupakan tanaman yang menyimpan pati pada daging batangnya. Sumber karbohidarat ini sudah menjadi makanan pokok bagi masyarakat di Maluku dan Papua.

 

Kandungan Gizi Pada Sagu

Dalam 100 gram sagu kering terdapat komposisi 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mg kalsium, dan 1,2 mg zat besi. Untuk memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang, mengonsumsi sagu harus diimbangin dengan lauk dan sayur pendamping.

 

Sajian komplit papeda khas Maluku | Sumber : backpackerjakarta.com

 

Di Maluku misalnya, sagu diolah menjadi papeda yang disantap dengan ikan kuah kuning atau ikan bakar, sayuran serta lengkap dengan colo-colo sambal khas Maluku.

 

Menilik Potensi Pengembangan Tanaman Sagu di Indonesia

Pengolahan batang sagu | Sumber : berita-papua.com

 

Pertumbuhan tanaman sagu dapat optimal ketika akar napas (akar gantung) tidak terendam. Kondisi tersebut akan mendukung pembentukan pati atau karbohidrat pada batang sehingga dapat maksimal untuk bisa dipanen.

 

Secara alami, tumbuhan sagu tersebar di hampir 17 pulau di Indonesia dengan luasan terbesar berpusat di Papua. Sedangkan sagu semi budidaya terdapat di Maluku, Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera.

 

 

Sumber : 1) 2)

Alfons, J. B. dan A. Arivin R. 2011. Sagu Mendukung Ketahanan Pangan Dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku.

    Belum ada komentar