Empty

Cara Tepat Memilih Benih Berkualitas

Salah satu faktor produksi yang penting dalam bidang pertanian adalah benih. Tanpa benih berkualitas, produksi yang tinggi tidak dapat diraih. Apalagi dengan semakin maraknya peredaran benih palsu, membuat petani semakin risau. Lalu, bagaimana mengetahui benih yang berkualitas?

 

Beda Warna Beda Kualitas

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah memeriksa label benih. Untuk tanaman padi, Anda harus memahami perbedaan warna label ini sebab perbedaan warna menunjukkan perbedaan kelas genetik.

 

Klasifikasi label benih

 

Berdasarkan urutan dari kemurniannya yang paling tinggi ada: Benih Penjenis (BS)/Breeder Seed (BS) warna label coklat. Benih Dasar (BD)/Foundation Seed (FS) warna label putih. Benih Pokok (BP)/Stock Seed (SS) warna label ungu. Benih Sebar (BR)/Extension Seed (ES) warna label biru.

 

Namun, di Indonesia saat ini yang dapat disebarluaskan hanyalah benih sebar atau benih pokok saja. Sangat jarang orang menemukan benih label putih di pasaran.

 

Memastikan Kondisi Benih

Ketika membeli benih, pastikan kondisinya sesuai dengan keterangan yang tertera di label. Keterangan tersebut berupa nomor, nama varietas, daya berkecambah, kadar air, kemurnian benih, jumlah kotoran, tanggal penaburan, berat dan tinta security sebagai tanda asli benih tersebut sudah diperiksa oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).

 

 

Isi label benih padi

Sumber: litbang.pertanian.go.id

 

Selanjutnya, pastikan berat benih dan varietas yang Anda dapatkan sesuai. Tak hanya itu, benih yang Anda beli juga jangan sampai terlalu banyak tercampur kotoran. Kotoran ini diantarnya berupa benih varietas lain, benih tanaman lain, kerikil, hinga pecahan bagian benih. Tak lupa pilihlah benih yang jauh dari tanggal kedaluwarsa.

 

Segera Lakukan Pengecekan Kembali Benih yang Sudah Dibeli

Pengecekan yang dapat Anda lakukan selanjutnya adalah melihat kadar air pada benih. Kadar air benih padi yang baik berada di kisaran 11-12%.

 

Moisture tester, alat pengukur kadar benih

 

Anda dapat menggunakan alat pengukur kadar air benih (moisture tester) untuk mengukurnya. Jika Anda tidak memiliki moisture tester, Anda dapat mengeceknya dengan cara sederhana. Caranya dengan memanggang benih yang Anda miliki.

 

Untuk mengetahui kadar air pada benih dengan cara ini, Anda harus menghitung berat awal benih sebelum dipanggang dikurangi berat akhir benih setelah dipanggang. Hasil dari pengurangan berat benih ini dikalikan 100%, menunjukan kadar benih milik Anda.

 

 

Sumber: 1)

    Belum ada komentar