Empty

Mengembalikan Kesuburan Tanah dengan Pupuk Organik

Penggunaan pupuk kimia akan memberi dampak negatif pada tanah jika digunakan dalam jangka waktu lama. Tanah yang sebelumnya subur akan semakin menurun kualitasnya. Mengurangi penggunaan pupuk kimia dan kembali bertani secara ramah lingkungan dengan sistem pertanian organik bisa jadi solusi.  

 

Ikan di sekitar lahan pertanaman mati karena tanah telah tercemar pupuk kimia

Sumber : ptnasa.net

 

Apa itu Pupuk Organik?

Pupuk organik merupakan olahan dari bahan-bahan yang dapat didaur ulang oleh mikroorganisme di dalam tanah. Sumber pupuk organik dapat diperoleh dari jaringan tanaman berupa akar, batang, ranting, daun, dan buah ataupun dari kotoran hewan.

 

Pupuk organik dapat diperoleh dari bagian tanaman

Sumber: www.pertanianku.com

 

Proses pengomposan bahan organik menjadi pupuk harus dipastikan telah matang (proses pengomposan selesai). Pupuk organik yang telah matang, akan berdampak optimal ketika digunakan. Sebaliknya, sumber bahan organik mentah justru berdampak buruk pada tanah jika digunakan karena mempunyai kadar rasio C/N yang tinggi. C/N rasio adalah hasil perbandingan antara karbohidrat dan nitrogen.

 

Cara Kerja Pupuk Organik dalam Menyuburkan Tanah

Bahan organik tertentu yang memiliki rasio C/N cukup tinggi seperti dedaunan (>50), cabang tanaman (15-60), jerami (50-70), atau kayu tua (200-400), membutuhkan waktu penguraian lebih lama. Apabila bahan organik ini diberikan langsung ke dalam tanah, maka berakibat pada perebutan unsur hara.

 

Pasalnya, bahan organik yang masih mentah akan diserang oleh mikrobia (bakteri maupun jamur) untuk memperoleh energi. Mikrobia ini selanjutnya memerlukan hara tanaman untuk tumbuh dan berkembang biak. Padahal, hara tersebut dibutuhkan tanaman sebagai sumber pertumbuhan.

 

Penggunaan bahan-bahan organik dapat didekomposisi terlebih dahulu dengan penambahan bakteri pengurai, seperti MOL (mikroorganisme lokal) untuk mempercepat proses penguraian. Selain itu, kondisi iklim mikro juga dapat diatur, seperti suhu dan kelembaban sehingga sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme pengurai.

 

Pupuk organik harus diolah hingga mencapai rasio C/N tertentu agar tersedia bagi tanaman

Sumber : www.doityourself.com

 

Penguraian bahan dasar pupuk organik membuat rasio C/N nya sama dengan rasio C/N pada tanah (10 – 12) dan suhu hampir sama dengan suhu lingkungan. Sehingga, unsur baik yang terkandung di dalam pupuk dapat diserap oleh tanaman. Penyerapan unsur hara yang optimal akan meningkatkan produktivitas lahan pertanian untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

 

Manfaat Lebih dari Pupuk Organik

Pupuk organik memiliki banyak manfaat bagi kesuburan tanah.  Pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah sehingga tanah mudah diolah dan mudah ditembus akar karena gembur. Kapasitas Pertukaran Kation (KPK) pun meningkat sehingga kemampuan mengikat kation lebih tinggi, dan hara tanaman tidak mudah tercuci ketika dilakukan pemupukan.

 

Penggunaan pupuk organik baik untuk perbaikan tanah sebagai media tumbuh tanaman. Hanya saja, petani harus melakukan pengomposan terlebih dahulu agar nilai C/N pada sumber bahan organik dapat tersedia bagi tanaman. Mengurangi penggunaan pupuk kimia dan beralih menggunakan pupuk organik bisa jadi solusi untuk menjaga lahan pertanian.

 

Sumber : 1) 2) 3) 4)

    Belum ada komentar