Empty

Jangan Bakar Jerami!

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2018 Indonesia memiliki lahan persawahan sekitar 7,1 juta hektar. Lahan persawahan ini menjadi tempat budidaya tanaman padi. Namun tak hanya padi, lahan persawahan yang luas juga menghasilkan produk sampingan ketika panen, yakni jerami.

 

Pembakaran jerami di lahan persawahan

Sumber :  www.desamodern.com

 

Untuk mempercepat persiapan atau pengolahan tanah untuk masa tanam berikutnya tumpukan jerami biasanya langsung dibakar. Pembakaran jerami pun dipercaya dapat memutus penyebaran hama dan penyakit pada suatu lahan. Padahal, menurut Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBP Padi) Kementerian Pertanian, pendapat tersebut salah. Sebaliknya, hasil pembakaran jerami justru dapat berdampak buruk bagi tanaman.

 

Jerami yang Dibakar Berbahaya bagi Tanaman dan Manusia

Jerami dapat dimanfaatkan untuk mengembalikan kesuburan tanah, tapi bukan dengan cara dibakar. Pembakaran jerami akan mengakibatkan berbagai kandungan unsur di dalamnya hilang. Selain itu, mikroorganisme baik yang membantu pertumbuhan tanaman juga akan mati.

Pembakaran jerami padi sebenarnya adalah pemborosan. Jerami yang sebenarnya bisa digunakan sebagai pupuk, justru menjadi berbahaya bagi tanaman saat dibakar. Sehingga, petani memerlukan pupuk lebih banyak untuk menjaga kesuburan tanah.

 

Kehilangan unsur hara akan memengaruhi kesuburan tanah

Sumber : biotrent.co.id

 

Pembakaran jerami bukan saja berdampak buruk bagi lahan persawahan. Asap yang dihasilkan dari pembakaran jerami akan mengganggu kesehatan petani dan masyarakat sekitar. Asap tersebut juga dapat membuat lapisan ozon semakin menipis. Hal inilah yang kemudian dapat mengakibatkan pemanasan global.

 

Memanfaatkan Sampah Jerami

Jerami memiliki banyak kandungan unsur hara yang baik bagi tanaman asal tidak dibakar. Pengembalian jerami ke lahan pertanaman akan mendatangkan banyak manfaat, antara lain :

  1. Menyuburkan tanah karena setelah membusuk, jerami berubah menjadi bahan organik.
  2. Menekan serangan hama dan penyakit dan mengokohkan batang padi, sehingga tanaman tidak mudah rebah karena mengandung kalium.
  3. Mendorong peningkatan kegiatan bakteri pengikat N yang sangat dibutuhkan oleh tanaman padi.

 

Jerami dapat dimanfaatkan sebagai pengganti mulsa

Sumber : orgomedia.com

 

Petani dapat melakukan pengelolaan jerami menjadi kompos atau hanya dengan meletakkannya di atas permukaan tanah sebagai pengganti mulsa. Kompos jerami mampu memperbaiki sifat-sifat tanah, baik fisik, kimia maupun sifat biologi tanah.

 

Sumber :

balittanah.litbang.pertanian.go.id

paktanidigital.com

www.cnnindonesia.com

    Belum ada komentar