Empty

Yuk Budidaya Tanaman Kaya Manfaat Ini!

Mimba dikenal sebagai pestisida nabati yang ampuh untuk mengendalikan beragam penyakit dan hama. Bukan hanya itu, tanaman yang memiliki banyak sebutan lain seperti imba, membha atau mempheuh juga intaran ini, dapat dimanfaatkan untuk kesehatan.

Daun mimba dapat digunakan sebagai obat penyakit kulit, hipertensi, diabetes, penyembuhan luka, dan sebagainya. Selain itu, seduhan kulit batang tanaman ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit malaria.

 

Mimba memiliki banyak manfaat dalam dunia kesehatan dan pertanian

Sumber: www.hindustantimes.com

 

Saat ini, telah banyak produk dari ekstrak mimba dalam bentuk kapsul dan minyak. Semakin banyak kebutuhan akan ekstrak mimba ini jadi peluang bagi petani untuk membudidayakan tanaman tersebut.

 

Syarat Tumbuh Tanaman Mimba

Anda yang tertarik untuk melakukan penanaman mimba, terlebih dahulu harus mengetahui syarat tumbuh tanaman ini. Tanaman jenis perdu ini, dapat tumbuh dengan baik di berbagai tanah marjinal, seperti tanah hitam, laterit, berkapur, tandus atau tanah dangkal berbatu yang mengandung  sedikit air.

 

Mimba dapat ditanam di banyak tempat. Sumber: www.harianpost.co.id

 

Petani tidak perlu khawatir akan kerepotan dalam melakukan perawatan ketika menanam mimba. Hal tersebut dikarenakan tanaman ini mampu bertahan pada kekeringan dan dapat tumbuh pada ketinggian 0-800 m dpl yaitu mulai dari daratan sampai ke daerah lereng di perbukitan.

Cara Perbanyakan

Perbanyakan mimba dapat dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Secara generatif, petani dapat menggunakan biji atau benih yang bernas dan berasal dari buah masak fisiologis atau gugur sendiri dari pohonnya. Benih kemudian dibersihkan dari kulit yang menempel, lalu dikering-anginkan di tempat teduh selama 3-5 hari, hingga kadar air pada biji mencapai 12-14%.

Selanjutnya, benih disemai dalam bak persemaian atau bisa langsung ditanam di polybag. Bibit dapat dipindahkan ke lahan pertanaman setelah berumur 3-4 bulan dengan tinggi tanaman sekitar 60-150 cm.

 

Biji mimba yang siap digunakan sebagai benih. Sumber : www.indiamart.com

 

Untuk perbanyakan secara vegetatif, dapat dilakukan dengan stek dari cabang atau ranting muda yang telah berkayu. Batang untuk stek sebaiknya berasal dari induk yang sehat, bebas patogen, memiliki pertumbuhan normal, serta mampu menghasilkan produksi tinggi. Petani dapat memotong batang tanaman berukuran 20-30 cm dengan mata tunas 3-4.

Selain itu, perbanyakan vegetatif dapat pula dilakukan dengan cara penyambungan. Ketika melakukan penyambungan, pilih batang bawah dari tanaman yang memiliki perakaran bagus, dan batang atas dari tanaman yang produksinya tinggi.

 

Saatnya Menanam

Petani dapat menanam mimba di areal luas dengan cara barisan. Jarak tanam yang digunakan pada setiap barisnya adalah 4-5 m dengan jarak tanam dalam barisan 2-3 m. Setelah kurang lebih sekitar 2-4 minggu pasca tanam, petani dapat melakukan penyulaman tanaman yang mati atau tanaman dengan pertumbuhan kurang baik.

Mimba dapat dipanen pada kisaran umur 3-4 tahun. Setelah melalui masa pembungaan, buah mimba akan matang dan berjatuhan ke tanah. Masa pembungaan tanaman mimba umumnya terjadi pada bulan Januari/Februari sampai Mei dan Juli/Agustus.

Pertanaman mimba yang tidak terlalu membutuhkan lingkungan khusus, menjadikan petani memiliki peluang besar untuk melakukan budidaya. Selain itu, petani masih dapat melakukan kegiatan budidaya lainnya ketika masa menunggu tanaman mimba berproduksi.

 

Sumber:

  • banten.litbang.pertanian.go.id
  • kabartani.com
  • sahabatpetani.com
    Belum ada komentar