Empty

Memanfaatkan Capung untuk Mengendalikan Hama

Mengendalikan hama bukan berarti harus memusnahkannya hingga tidak tersisa. Tapi, cukup mengatur populasinya agar berada di bawah ambang ekonomi. Ambang ekonomi sendiri adalah batas toleransi serangan hama pada tanaman. Artinya, kepadatan populasi hama sudah harus dikendalikan jika melewati ambang ekonomi untuk mencegah peningkatan populasi yang akan mengakibatkan kerugian.  

Pengaturan populasi hama ini juga dapat ditujukan untuk mengkondisikan lingkungan pertanaman agar sesuai untuk siklus kehidupan musuh alami hama. Petani dapat memanfaatkan salah satu musuh alami hama yaitu capung. Keberadaan capung berperan penting dalam keseimbangan ekosistem pertanian karena mampu memakan hama pengganggu tanaman seperti wereng, lalat buah, kupu-kupu dan berbagai hama lainnya.

 

Mengenal Capung Sahabat Petani

Capung merupakan serangga yang banyak ditemukan di daerah perairan, seperti sungai, danau, kolam, dan sawah. Terdapat lebih dari 5500 jenis capung yang sudah teridentifikasi di dunia. Sedangkan di Indonesia telah teridentifikasi lebih dari 700 jenis capung.

 

Capung merupakan salah satu musuh alami hama

Sumber : morganingram.com

 

Hewan ini bermetamorfosa dengan tidak sempurna. Fase telur serta nimfa pada capung sangat bergantung di permukaan air yang bersih dan jernih. Selanjutnya, fase imagonya juga tidak jauh dari lingkungan perairan.

 

Kehebatan Capung dalam Memangsa

Semua capung adalah predator, baik pada fase nimfa maupun imago. Dalam dunia pertanian, imago serangga ini dikenal sebagai predator yang aktif berburu mangsa dan bersifat polifaga (memakan banyak jenis mangsa).

 

Mata majemuk pada capung

Sumber: www.youtube.com

 

Capung memiliki mata majemuk yang dapat memprediksi arah terbang mangsa beserta sudut dan kecepatannya. Selain itu, sayap capung bagian depan yang lebih panjang daripada bagian belakang, menjadikannya mampu terbang hingga 50km/jam. Capung juga dapat melakukan berbagai manuver di udara. Serangga cantik ini dapat memperkirakan secara tepat kapan dirinya memperlambat, mempercepat, dan terbang menyimpang menyesuaikan pergerakan target.

 

Capung dengan sigap menerkam mangsanya

Sumber : www.shutterstock.com

 

Seekor capung dapat mengkonsumsi mangsa hingga 15% dari berat tubuhnya sendiri setiap harinya. Predator sahabat petani ini juga memiliki rahang dan kaki yang kuat. Kaki capung pada saat terbang dapat membentuk bangunan seperti jala untuk memudahkannya menangkap mangsa.

Tim ilmuwan dari Universitas Rutgers di Amerika Serikat mencatat bahwa, capung kerap memakan mangsanya sembari tetap terbang tanpa perlu hinggap ke daun atau ranting pohon. Capung akan dengan sigap merobek-robek tubuh mangsanya dan terus mengunyah sampai berbentuk gumpalan sebelum mereka menelannya.

 

Menjaga Keberadaan Capung di Lingkungan Pertanaman

Kehebatan capung dalam menerkam mangsangnya dapat membantu petani untuk mengendalikan keberadaan hama di pertanaman secara alami. Memastikan lingkungan pertanaman bersih, tidak membuang sampah di lokasi perairan dan mengurangi penggunaan pestisida mampu menjaga keberadaan capung di lahan.

Ketika lingkungan pertanian dikondisikan lebih alami, maka capung akan dengan senang hati datang ke pertanaman. Hal ini pun akan membantu petani dalam mewujudkan keseimbangan lingkungan yang bermanfaat untuk pertanian berkelanjutan.

 

Sumber:

  • hewanpedia.com
  • jatinangor.itb.ac.id
    Belum ada komentar