Empty

Limbah Padi Ini Ternyata Menguntungkan!

Pada proses penggilingan padi menjadi beras giling, diperoleh hasil samping berupa sekam (15-20%), dedak/bekatul (8-12%) dan menir (±5%). Hasil lain ini sering tidak dipergunakan dan menggunung begitu saja menjadi limbah, terutama sekam.  

 

Tumpukan sekam di penggilingan padi

Sumber : tanamanhias-organik.blogspot.com

 

Ditempat penggilingan padi, sekam biasanya hanya akan dibakar untuk mengurangi volumenya agar tidak menumpuk. Abu sekam yang dihasilkan pun selanjutnya tidak dipergunakan. Padahal, arang sekam dapat dimanfaatkan untuk media tanam.

 

Cara Pembuatan Arang Sekam

Cara pembuatan arang sekam dapat menggunakan dua macam pengolahan yaitu dengan disangrai atau dibakar. Proses penyangraian dilakukan dengan meletakkan sekam di atas seng atau wadah lainnya. Kemudian, sekam disangrai di atas tungku hingga berwarna hitam legam. Proses penyangraian ini akan menghasilkan arang sekam sebanyak 40-50 kg dari 100 kg sekam segar.

 

Cara pembuatan arang sekam

Sumber : www.caramenanam.org

 

Untuk cara dibakar, sekam terlebih dahulu dimasukkan ke dalam tong hingga ketinggian sekitar 20 cm. Kemudian masukkan oli dalam tong lalu dibakar. Jika asap dari pembakaran berkurang, sekam dapat ditambah sedikit demi sedikit hingga tong penuh. Tong selanjutnya ditutup karung basah dan ditutup rapat. Setelah pembakaran selesai, biarkan hingga suhu menurun. Selanjutnya, Anda dapat memisahkan arang sekam dari abu sekam melalui melalui penyaringan.

 

Manfaat Arang Sekam

Arang sekam banyak dimanfaatkan baik sebagai campuran media tanam maupun media tanam murni. Bukan saja untuk tanaman berbasis tanah, arang sekam dapat digunakan juga pada pertanaman hidroponik. Hal ini dikarenakan arang sekam memiliki karakteristik kasar sehingga membantu dalam meningkatkan sirkulasi udara, mampu menahan air di bagian akar tanaman lebih banyak, serta dapat menyerap sinar matahari dengan baik. Selain itu, arang sekam memiliki pH cukup tinggi, yaitu antara 8,5 sampai 9.0 sehingga cocok untuk digunakan dalam meningkatkan pH pada tanah asam.

 

Arang sekam dapat dimanfaatkan untuk media tanam

Sumber : www.pertanianku.com

 

Arang sekam bukan saja dapat digunakan sebagai media tanam, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar rumah tangga. Petani dapat menggunakan langsung arang sekam ketika melakukan kegiatan memasak atau mengolahnya menjadi briket arang sekam.

Proses pembuatan briket arang sekam cukup mudah. Arang sekam terlebih dahulu dihaluskan dengan alat pembuatan tepung. Kemudian, setiap 1 kg tepung arang sekam dicampur dengan tepung tapioka sekitar 400 gram dan  ditambah 1,5 liter air. Selanjutnya, briket dapat dicetak menggunakan alat cetakan, baik berbentuk balok, tabung maupun bulat.

 

Kenampakan briket dari arang sekam

Sumber : ramesia.com

 

Briket yang telah dicetak terlebih dahulu dikeringkan di bawah sinar matahari. Setelah kering, briket kemudian dikemas dalam plastik untuk memudahkan dalam penyimpanan.

Kualitas briket sendiri ditentukan oleh halus tidaknya tepung arang sekam. Semakin halus tepung yang digunakan untuk pembuatan briket, maka semakin padat hasilnya. Sehingga, daya bakar briket pun semakin lama ketika digunakan.

Pengelolaan limbah sekam bukan sekadar dapat mengurangi sampah, namun juga menguntungkan. Tak hanya mendapatkan hasil dari panen padi, keuntungan tambahan bisa diperoleh petani dari pengolahan sekam menjadi media tanam  maupun briket.

 

Sumber:

mediatani.co

farming.id

www.pertanianku.com

    Belum ada komentar