Empty

Cara Ampuh Kendalikan Tikus Pengganggu

Tikus adalah salah satu hama yang menyerang berbagai komoditas pertanian mulai dari tanaman pangan, buah, hingga sayuran. Keberadaanya di lahan pertanian seringkali menimbulkan kerusakan yang parah. Pasalnya, tikus biasa menyerang dalam kelompok yang jumlahnya mencapai ratusan ekor. Pada beberapa daerah bahkan terjadi kegagalan panen akibat serangan hama pengerat ini.

 

Tikus sebagai salah satu hama di berbagai komoditas pertanian | Sumber: liphatech.com

 

Mengenal Tikus dan Serangannya

Tikus sawah (Rattus argentiventer) adalah spesies tikus yang tersebar di sebagian besar wilayah Asia Tenggara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Vietnam, Thailand dan Kamboja. Tikus berkembang biak dengan sangat cepat. Masa kehamilannya hanya berlangsung selama 3 minggu dengan jumlah anakan mencapai 8 ekor per kelahiran. Dalam setahun,  tikus bisa melahirkan sebanyak 12 kali. Sehingga, seekor tikus betina mampu melahirkan hampir seratus ekor anakan per tahun.  

 

Membunuh Tikus dengan Racun

Cara yang umum digunakan untuk mengendalikan hama tikus ialah menggunakan umpan racun yang mematikan. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah umbi gadung dari spesies Dioscorea hispida.

Umbi gadung ini mengandung senyawa dioskorin yang mengakibatkan kelumpuhan syaraf pusat sehingga mematikan bagi beberapa hewan. Ciri umum yang dapat dilihat dari gadung spesies ini ialah umbinya berbentuk bulat dan daunnya memiliki tiga anak daun menjari.

 

Tiga anakan daun pada umbi gadung sebagai ciri khas spesies Dioscorea hispida

 Sumber: www.flickr.com

 

Langkah awal pembuatan pestisida nabati umbi gadung diantaranya dengan menghaluskan 100 gram umbi gadung. Kemudian ditambahkan  1 kg dedak padi atau jagung, 20 gram tepung ikan, 1 buah kemiri dan air secukupnya sampai adonan dapat dibentuk. Selanjutnya, adonan dibentuk dan dijemur hingga kering, kemudian aplikasikan  di lahan yang terserang tikus.

 

Memandulkan Tikus

Tikus merupakan hewan yang cepat belajar. Sehingga, seringkali ketika seekor tikus mati teracuni, tikus lainnya tidak akan mengkonsumsi umpan beracun tersebut kembali. Umpan racun pun akhirnya hanya efektif pada awal pemakaian.

Untuk mengantisipasi hal ini, gunakan cara pengendalian lain. Salah satunya dengan membuat tikus mandul untuk menekan populasi. Pembuatan umpan untuk memandulkan tikus sama dengan umpan racun tikus, hanya saja bahan utama yang digunakan berbeda.

 

Daun dan umbi gadung yang dapat menjadikan tikus mandul

Sumber: alchetron.com

 

Anda dapat menggunakan gadung dari spesies Dioscorea composite untuk memandulkan tikus. Perbedaan gadung spesies ini dengan gadung racun dapat dilihat dari umbinya yang berbentuk lebih memanjang, selain itu daunnya tunggal dan berbentuk mirip hati. Senyawa diosgenin yang terkandung dalam umbi gadung ini terbukti mampu menurunkan produktivitas tikus sehingga serangan tikus tidak menjadi parah.

 

Sumber :

  • https://animaldiversity.org/accounts/Rattus_argentiventer/
  • Kementerian Kehutanan Badan Penelitian dan  Pengembangan Kehutanan Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan, Pengenalan Tumbuhan Penghasil Pestisida Nabati dan Pemanfaatannya Secara Tradisional
  • Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian - Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Pestisida Nabati
    Belum ada komentar