Empty

Alasan Penting Kenapa Harus Rotasi Tanaman

Penerapan sistem rotasi tanaman memang sulit dilakukan. Petani dihadapkan pada permintaan hasil panen komoditas tertentu yang jelas menguntungkan. Padahal, penerapan rotasi tanaman memiliki beragam manfaat.

 

  1. Mencegah Terjadinya Resistensi Hama

Organisme pengganggu tanaman (OPT) akan sulit dikendalikan apabila sumber makanan mereka selalu tersedia di lahan. Ketika sebuah penyakit atau hama bertahan di lahan Anda, maka akan sulit untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal. Hal ini pernah terjadi di daerah Ngablak, Magelang.

Tanaman kubis petani Ngablak pernah terserang penyakit akar gada, yang disebabkan oleh jamur. Penyakit tersebut mengakibatkan petani mengalami kerugian terus menerus setiap musim panen. Persoalan ini teratasi setelah pertanaman kubis diganti dengan kentang. Bukan saja memutus permasalahan penyakit akar gada di lahan, pertanaman kentang pun menghasilkan produksi yang menguntungkan petani setempat.

 

Pertanaman kentang dapat memutus penyakit akar gada pada kubis

Sumber : www.cropscience.bayer.com

 

Pergiliran tanaman akan efektif memutus OPT ketika Anda menanam tanaman yang berbeda famili. Hal ini dikarenakan setiap famili tanaman umumnya memiliki jenis hama dan penyakit yang hampir sama. Misalnya, tanaman tomat memiliki jenis hama dan penyakit yang hampir sama dengan cabai dan terung. Maka, sebaiknya tidak melakukan pergiliran tanaman cabai dengan terung.

 

  1. Membantu Menjaga Kesuburan Tanah

 

Tanaman kacang tanah dapat dijadikan sumber unsur hara

Sumber : www.123rf.com

 

Tanah yang subur adalah tanah yang kaya akan unsur hara. Kestabilan ekosistem hara di lahan bisa dijaga dengan melakukan rotasi tanaman.

Beberapa tanaman ada yang memiliki sifat rakus hara dan beberapa tanaman justru mampu memberikan ketersediaan hara tanah. Salah satu jenis tanaman yang rakus hara adalah umbi-umbian, sedangkan jenis tanaman yang membantu memasok unsur hara adalah polong-polongan, seperti kedelai, kacang merah, kacang tanah, dan kacang panjang. 

Melakukan rotasi tanaman –tanaman tersebut di lahan, akan menjaga kestabilan hara secara alami. Tanah pun tak akan rusak dan lingkungan tidak tercemar karena penggunaan bahan kimia.

 

  1. Meningkatkan Hasil Panen

Panen dapat meningkat ketika menerapkan sistem rotasi tanaman

Sumber : phys.org

 

Sebuah penelitian dari Washington State University (Amerika Serikat), membuktikan bahwa rotasi tanaman pada budidaya jagung di Malawi (Afrika Timur) dapat meningkatkan hasil panen sebanyak 11-58%.

Pada percobaan ini, menunjukkan bahwa rotasi tanaman dapat menekan gulma dan hama serta mampu mengkondisikan kesuburan tanah karena penggunaan hara bisa tepat guna. Percobaan serupa juga dilakukan dengan menanam jagung, kentang dan kacang-kacangan yang memberikan dampak positif pada kesuburan tanah.

 

Rotasi tanaman memberikan efek positif yang dapat menguntungkan petani. Petani yang melakukan kegiatan budidaya dengan rotasi tanaman, secara tidak langsung membantu dalam realisasi pertanian berkelanjutan.

 

Sumber:

greentumble.com

pertanian.info

pertaniansehat.com

    Belum ada komentar