Empty

Produk Hortikultura Tak Cepat Busuk dengan Teknologi Pengawetan Ini

Produk-produk hortikultura seperti sayur dan buah memang cenderung cepat membusuk. Persoalan pascapanen ini harus dihadapi petani-petani hortikultura. Daya tahan produk hasil tani yang singkat jadi hambatan bagi petani untuk bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari hasil panen mereka yang berlimpah.

 

Cabai menjadi salah satu produk pertanian yang mudah busuk

Sumber: unsplash.com

 

Teknologi Ozon Menjadi Solusi

Saat ini terdapat teknologi ozon yang bisa menjadi solusi permasalahan petani hortikultura. Teknologi ini merupakan alternatif untuk menggantikan penggunaan pengawet berbahaya yang masih sering digunakan.

Teknologi ozon yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) ini dapat membunuh mikroorganisme dan meluruhkan pestisida. Selain itu, produk pertanian yang telah dicuci dengan ozon dapat memiliki masa simpan lebih panjang.

 

Sayuran dan buah-buahan dapat menyehatkan ketika bebas dari pestisida

Sumber: hellosehat.com

 

Petani tidak perlu khawatir akan terdapat kerusakan ataupun perubahan gizi pada produk pertanian yang dicuci dengan ozon. Pasalnya, kandungan ozon akan cepat menguap kembali menjadi molekul oksigen jika terkena sinar matahari.

Air yang mengandung ozon dapat mencuci sayuran dan buah-buahan hingga steril, tanpa mengubah warna ataupun aroma. Jika buah dan sayuran dicuci menggunakan teknologi ini, kesegarannya dapat berlangsung lebih lama pun kandungan gizi-nya tidak berubah.

 

Mekanisme Kerja Ozon

Pencucian dengan ozon dapat meluruhkan pestisida dan memperpanjang masa simpan

Sumber: sinarharapan.net

 

Negara-negara maju di Amerika Utara, Eropa, dan Asia, rata-rata sudah menggunakan teknologi ozon untuk mengawetkan produksi makanan mereka. Pasalnya, mekanisme kerja ozon dalam membunuh mikroorganisme sangat efektif. Ozon mampu menyerang dinding sel mikroba yang menempel pada permukaan kulit sayuran dan buah-buahan. Ozon juga akan membuat sel mikroba rusak sehingga tidak dapat menyerang produk pascapanen.

 

Sumber:

lipi.go.id

warstek.com

www.litbang.pertanian.go.id

 

    Belum ada komentar