Empty

Cara Tepat Budidaya Buah Naga untuk Hasil yang Maksimal

Setek merupakan metode yang mudah dan paling sering dilakukan untuk budidaya tanaman buah naga di Indonesia. Metode ini lebih efektif karena hasil setek membawa sifat unggul dari tanaman induk yang sudah diketahui hasil produksinya. Namun, memperoleh bibit yang bagus saja tidak cukup. Anda wajib mengetahui bagaimana cara tepat budidaya buah naga ini supaya hasil buahnya maksimal.

 

Cara Penanaman yang Tepat

Sumber : www.borneonews.co.id

 

Setelah mendapatkan bibit setek tanaman buah naga yang bagus, siapkan penopang. Anda bisa menggunakan tanaman hidup, tembok ataupun pagar. Jika lahan yang Anda miliki luas, gunakan beton setinggi 2,5 m dengan lingkaran besi berdiameter 60 cm. Anda juga bisa mengganti lingkaran besi ini dengan ban bekas.

Tanam 4 bibit setek pada tiang penopang dengan 1 bibit setek di setiap sisi. Di sekitar penopang, buatlah lubang sedalam 20 cm untuk penanaman bibit setek. Isilah lubang tanam tersebut dengan media tanam yang terbuat dari pasir, arang sekam dan pupuk kandang kotoran kambing dengan perbandingan 1:1:1.

 

Penyiraman, Penyiangan dan Pemupukan

Sumber : www.youtube.com

 

Perawatan dilakukan dengan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembaban tanah dan juga penyiangan. Pastikan tak ada rumput liar di sekitar tanaman. Pemupukan sebaiknya dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5–10 kg pupuk kandang. Namun, setelah 7 bulan sejak penanaman bibit setek yaitu ketika tanaman sudah mulai berbunga, lakukan pemupukan dengan frekuensi sebulan sekali.

 

Pemangkasan Batang

Selama perawatan, perlu dilakukan pemangkasan cabang selama 7 bulan awal masa tanam. Pada tanaman yang ujungnya belum mencapai puncak, setiap cabang yang muncul pada batang utama sebaiknya dihilangkan. Sehingga, hanya ada satu batang utama saja yang tumbuh. Pemangkasan ini dapat dilakukan setiap dua minggu sekali.

Tahun pertama, ketika tanaman sudah mencapai bagian atas tiang penopang, biarkan batang utama tumbuh melampaui penopang sepanjang 5–10 cm. Kemudian, potong dan sisakan kurang lebih 5 titik calon tunas. Setelah tahun pertama, batang utama ini akan mempunyai 5 cabang/batang sekunder yang berproduksi.

Tahun kedua, potong batang sekunder yang tumbuh dan sisakan 4 tunas pada tiap cabang. Dari tunas ini akan tumbuh cabang tersier. Lakukan pemangkasan seperti ini setiap tahun selama masa produksi tanaman.

 

Sumber : infobuah.com

 

Tanaman buah naga akan mulai berbunga sejak bulan ke-7 setelah penanaman bibit setek. Biasanya pada sekitar bulan ke-13, buah naga sudah bisa dipanen secara serentak diseluruh area penanaman. Buah naga siap panen bila kulit buah sudah berubah warna dari hijau menjadi merah atau sekitar sebulan setelah bunga mekar.

 

Sumber: Andriyanti, A. 2008. Kajian media tanam dan konsentrasi BAP (benzyl amino purin) terhadap pertumbuhan Setek tanaman buah naga daging putih (hylocereus undatus). Tesis. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta

    Belum ada komentar