Empty

Varietas Padi ini Mulai Jarang Ditemukan

Beberapa varietas padi lokal kini mulai dilirik karena memiliki  banyak kelebihan. Salah satu varietas padi lokal yang disukai banyak orang adalah padi gogo segreng handayani. Sayangnya, padi gogo yang tahan hama ini mulai jarang ditemukan. Mengapa?

 

Tetap Pulen

Padi segreng handayani merupakan padi golongan beras merah yang berumur 109-115 hari setelah semai dengan jumlah anakan produktif antara 16-18. Jumlah ini sudah cukup banyak untuk golongan padi gogo terutama untuk golongan beras merah. Dari segi gabah, bulir yang dihasilkan berbentuk panjang ramping, berwarna merah, dan tekstur nasi yang pulen. Tingkat kepulenan padi ini cukup mengejutkan mengingat pada umumnya padi gogo sulit menghasilkan tekstur nasi yang pulen.

 

Tahan Kering, Harga Jual Mahal

Mayoritas daerah yang menanam padi gogo adalah daerah lahan tadah hujan seperti di Gunung Kidul, Wonogiri, hingga kawasan pantai utara Jawa. Untuk dapat bertahan dengan kondisi kekurangan air ini, varietas padi yang ditanam harus bersifat tahan kering. Varietas segreng  ini salah satunya.

 

Pertanaman padi segreng

 

Potensi hasil padi gogo segreng pun mampu mencapai 5 ton per hektar. Potensi hasil ini lebih tinggi dibandingkan beras merah pada umumnya yang hanya 2-3 ton per hektar. Tak hanya itu, kandungan beta karoten yang terdapat pada kulit ari beras padi gogo ini mencapai 488,65 mikro g/100g, yang bermanfaat untuk mencegah penuaan dan menjaga kesehatan jantung. Dengan keunggulan ini, tak heran jika harga jual padi ini meningkat hingga 30%.

 

Banyak Ditangkarkan, Hilang di Peredaran

Permintaan benih padi segreng di kalangan petani, terutama di daerah Gunungkidul saat ini semakin meningkat. Menurut Akhid, seorang penangkar benih padi di wilayah Prambanan, Sleman, permintaan benih dasar padi segreng meningkat 80% sejak tahun 2017. Mayoritas pemesan memang dari wilayah Gunungkidul karena padi segreng merupakan padi spesifik lokasi Gunungkidul.

 

Rumpun padi segreng

 

Namun, walaupun banyak ditangkarkan, padi segreng ini mulai hilang dari peredaran. Pasalnya, padi lokal saat ini mulai tidak dapat dimurnikan. Kebijakan pemerintah untuk mengurangi jumlah pemurnian padi lokal-lah yang membuat varietas segreng kini mulai sulit ditemukan kecuali di Gunungkidul.

 

Seharusnya Dipertahankan

Plasma nutfah padi varietas lokal harus sebenarnya harus dipertahankan sebab memiliki gen unggul yang dapat digunakan untuk kegiatan pemuliaan. Tujuannya adalah untuk program perakitan varietas unggul yang baru. Sehingga, keanekaragaman varietas padi lokal Indonesia dapat terus dilestarikan.

    Belum ada komentar