Empty

Bagaimana Mengatasi Lalat Buah demi Panen Berlimpah?

Lalat buah merupakan salah satu hama yang dapat menyerang beragam tanaman. Setidaknya, 150 spesies tanaman buah dan sayur di daerah tropis dan subtropis terancam hama ini. Beberapa diantaranya seperti nangka, belimbing, mangga, tomat, melon, pepaya, dan mentimun. Serangan lalat buah ini akan mengakibatkan buah gugur sebelum mencapai kematangan. Tidak jarang kehadiran lalat buah pun akan menyebabkan gagal panen.  Untuk itu, penting untuk melakukan pengendalian hama ini.

 

Buah cabai terlihat membusuk karena terserang lalat buah | Sumber: fredikurniawan.com

 

  1. Sanitasi lahan

Sanitasi atau membersihkan lahan dari tanaman pengganggu bertujuan untuk memutus daur hidup lalat buah. Ketika lahan telah diserang oleh lalat buah, petani dapat melakukan pengumpulan buah yang jatuh atau busuk untuk dimusnahkan. Buah busuk tersebut dapat dimusnahkan dengan dibakar atau dibenamkan di dalam tanah dengan cara membuat lubang berukuran 1 x 0,5 m atau 1 x 1 m.

 

  1. Memanfaatkan Tanaman Aromatik sebagai Perangkap

 

Tanaman selasih untuk perangkap lalat buah. Sumber: keyserver.lucidcentral.org

 

Tanaman yang mampu mengeluarkan aroma dapat digunakan untuk mengendalikan lalat buah. Tanaman ini mengandung bahan aktif berupa metil eugenol. Beberapa diantaranya seperti jenis selasih atau kemangi, dan tanaman kayu putih.

 

  1. Perangkap Lalat Buah

Perangkap lalat buah yang telah diberi pemikat berupa atraktan metil eugenol, telah terbukti dalam memutus siklus hidup hama satu ini. Metil eugenol bekerja untuk menarik lalat jantan agar masuk dalam perangkap sehingga perkawinan dengan lalat betina dapat ditekan.

Pemasangan perangkap sangat disarankan untuk dilakukan sejak tanaman berusia setidaknya 1 bulan setelah pindah tanam. Petani dapat memanfaatkan botol bekas yang tutupnya dilubangi lalu dikaitkan dengan kawat.

 

Perangkap lalat buah dengan metil eugenol. Sumber: www.lelong.com.my

 

Kemudian, kawat dijulurkan ke tengah botol dan diberi kapas, tisu atau kain yang telah dicelupkan pada cairan metil eugenol. Selanjutnya, pada bagian tengah kanan dan kiri, botol diberi lubang masuk agar aroma metil eugenol tersebar.

Pada bagian dasar botol kemudian diisi dengan minyak goreng atau cairan insektisida konsentrasi rendah. Petani sebaiknya menempatkan perangkap lalat buah agak jauh dari lahan, kurang lebih dalam radius 1 km agar  hama tidak berkumpul ke lahan tanam.

 

 

Sumber:

agroindonesia.co.id

hortikultura.litbang.pertanian.go.id

www.litbang.pertanian.go.id

    Belum ada komentar