Empty

Inilah 3 Fakta Pertanian di Indonesia! Mana yang Belum Anda Tahu?

 

Belum lama ini masyarakat Indonesia dibuat gaduh dengan pemberitaan tentang impor beras yang dilakukan pemerintah. Banyak spekulasi, komentar, bahkan kritik pedas yang dilontarkan masyarakat. Tak jarang komentar dan kritik tersebut terkesan “lucu” karena pemahaman yang kurang, khususnya di bidang pertanian.

 

Kegiatan bertani di lahan persawahan. | Sumber: tse3.mm.bing.net

 

Namun, bagaimanakah sebenarnya kondisi pertanian di Indonesia saat ini? Apakah kondisi pertanian Indonesia baik-baik saja, ataukah memang dalam kondisi yang buruk seperti yang banyak diberitakan media?

 

  1. Produsen Padi Terbesar Dunia

Pengelolaan Pasca Panen Padi. Sumber: static.republika.co.id

 

Tahukah Anda bahwa Indonesia adalah salah satu produsen padi terbesar di dunia? Indonesia menjadi salah satu negara penghasil padi terbesar ketiga di dunia setelah China dan India. Produksi padi Indonesia jauh di atas Thailand dan Vietnam yang hanya berada pada posisi ke lima dan enam. Lalu, mengapa Indonesia justru masih harus melakukan impor beras dari kedua negara tersebut?

Jumlah penduduk Indonesia yang membutuhkan nasi untuk makan sehari-hari jauh lebih banyak dibandingkan kedua negara tersebut jadi alasan utama. Perlu diingat, Indonesia merupakan negara dengan populasi terbanyak ke empat di dunia. Kebanyakan masyarakat Indonesia pun masih menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Bahkan, banyak yang menganggap “belum makan jika belum dengan nasi”. Jadi, jangan heran jika Indonesia masih impor beras sampai saat ini meskipun produksi berasnya besar.

 

  1. Petani Gurem

Mayoritas petani Indonesia adalah petani gurem. Petani gurem adalah istilah yang ditujukan untuk petani yang memiliki lahan kurang dari 3000 m2.  Hal ini tentu sangat jauh jika dibandingkan dengan mayoritas petani-petani yang ada di luar negeri. Petani di luar negeri paling tidak memiliki lahan 2 hektar. Bahkan, tidak sulit menemukan petani yang memiliki lahan ratusan hektar.

 

  1. Generasi Penerus Petani Indonesia

Tak ada regnerasi petani. | Sumber: mediatataruang.com

 

Saat ini Indonesia sedang kekurangan petani muda. Generasi muda enggan untuk menjadi petani. Profesi petani selalu diidentikan dengan pekerjaan yang melelahkan, kotor, dan rendah. Padahal hal tersebut tidak benar. Profesi petani juga bisa mendatangkan kesuksesan jika dilakukan dengan manajemen yang tepat dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Jadi, jangan remehkan profesi petani!

 

    Belum ada komentar