Empty

Waspada Si Hitam Kecil yang Berbahaya Ini!

https://www.viarural.com.ar/viarural.com.ar/agricultura/aa-granos-almacenados/sitophilus-oryzae-01.jpghttps://www.viarural.com.ar/viarural.com.ar/agricultura/aa-granos-almacenados/sitophilus-oryzae-01.jpg

Hama dan penyakit tanaman sangat berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya pertanian. Jika tidak dilakukan pengendalian, maka kehilangan hasil panen bisa sampai 100% alias tidak panen sama sekali.

Namun, apakah setelah berhasil melakukan pengelolaan dengan baik di lahan dan hasil panen melimpah, ancaman serangan hama sudah selesai? Belum! Hasil panen yang sudah di tangan masih bisa hilang akibat serangan hama dan penyakit pascapanen.

Salah satu hama dan penyakit pascapanen yang sering menjadi permasalahan adalah kutu beras. Serangga ini memiliki nama latin Sitophilus oryzae. Hama ini sangat berbahaya jika tidak dilakukan penanganan yang benar dan tepat. Pasalnya, kutu beras dapat menyebabkan kerusakan yang besar dalam waktu yang singkat. Pengendalian secara dini merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.

https://co0069yjui-flywheel.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/2017/10/Rice-weevil-on-rices-1000x520.jpghttps://co0069yjui-flywheel.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/2017/10/Rice-weevil-on-rices-1000x520.jpg

Sitophilus oryzae merupakan hama gudang yang termasuk kedalam ordo Coleoptera atau golongan kumbang. Jadi, menyebut serangga ini dengan istilah “kutu” sebenarnya tidak tepat. Serangga ini juga termasuk kedalam famili Curculionidae yang dikenal dengan ciri khas memiliki “moncong”.

“Moncong” tersebut sebenarnya merupakan sebuah mandibula yang berbentuk memanjang. Moncong itu digunakan untuk membuat lubang pada beras dan kemudian untuk meletakkan telur di dalamnya.

Hal lain yang membuat hama ini menjadi sangat berbahaya adalah Sitophilus orizae memiliki kisaran inang yang sangat luas. Selain beras, serangga ini juga dapat menyerang komoditas-komoditas lain seperti jagung dan kedelai.

Untuk mengatasi dan mencegah serangan hama ini, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, misalnya:

  1. Selalu menjaga kebersihan dan sanitasi ruang simpan hasil panen.

  2. Lakukan pemeriksaan secara rutin.

  3. Pisahkan beras yang sudah terserang, untuk menghindari terjadinya invasi yang lebih luas.

  4. Jika hasil panen yang disimpan dalam skala yang besar, lakukan  fumigasi atau pengasapan



 

    Belum ada komentar